Diskusi

Seminar: Lukisan Kaca Jawa, Karya Seni yang Populer pada Abad ke-19 dan ke-20

12 April 2017 | 17.30
Auditorium IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No.20

GRATIS (dengan reservasi)

RSVP : reservation@ifi-id.com

Lukisan kaca Jawa merupakan karya seni dekoratif yang dahulu pernah populer. Kini, keberadaannya tidak banyak dipelajari dibandingkan seni-seni figuratif Jawa lainnya. Meskipun begitu, berbagai keterangan di masa lampau dan di masa kini, serta banyaknya lukisan kaca yang diproduksi, menunjukkan bahwa seni kerajinan ini pernah sangat digemari di Jawa.

 

Lukisan kaca kemungkinan diperkenalkan oleh pelukis-pelukis Eropa atau Cina pada pertengahan abad ke-19, namun mencapai masa kejayaannya antara tahun 1930 dan 1960. Seni ini menjadi ikon modernitas percampuran antara gaya Jawa, Eropa, Cina, dan Muslim. Pada masa kolonial, lukisan kaca yang dibuat oleh pelukis-pelukis Jawa selain dinikmati oleh masyarakat pribumi, juga disenangi oleh orang-orang Cina dan Arab.

 

Lukisan kaca Jawa seringnya bertemakan tradisi Jawa, seperti wayang atau Islam. Tetapi, ada juga lukisan yang berkisah tentang zaman penjajahan; memperlihatkan modernitas aspek-aspek teknik, relijius atau politik; atau gaya hidup masyarakat Hindia Belanda.

 

Seminar ini membahas karakteristik utama lukisan kaca Jawa, khususnya tema-tema lukisan dan teknik pembuatannya.

 

 

Jérôme Samuel (Pembicara)

Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah dan didaktika bahasa-bahasa, Jérôme Samuel berkesempatan untuk tinggal selama kurang lebih lima tahun di Indonesia dan mengajar bahasa Prancis di UNPAD dan CCF Bandung. Kemudian ia pindah ke Surabaya, menjadi Direktur CCF Surabaya dan dosen di Universitas Kristen Petra.

 

Sekembalinya ke Prancis, Jérôme Samuel melanjutkan studi doktoralnya dan meneliti tentang terminologi ilmiah dan teknik serta politik kebahasaan di Indonesia. Sejak 2002, ia bekerja sebagai dosen di Institut Nasional Bahasa-Bahasa dan Peradaban Timur (INALCO) Paris untuk mata kuliah bahasa dan budaya Indonesia. Ia juga menjadi peneliti sekaligus direktur di Centre Asie du Sud-Est (CNRS-EHESS-INALCO), serta anggota Dewan Redaksi Jurnal Archipel.

 

Penelitian-penelitian terbarunya berfokus pada tiga hal, yaitu:

-   Pengajaran bahasa Indonesia;

-   Studi ikonografi Jawa dari pertengahan abad ke-19 sampai masa kini, khususnya lukisan kaca Jawa;

-   Sosiolinguistik, khususnya politik kebahasaan negara-negara berbahasa Melayu di Asia Tenggara.