Diskusi

Seminar: "Honey collecting and beekeeping - The giant honeybee in Indonesia" oleh Nicolas Césard

15 Maret 2017 | 17.30
Auditorium IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No.20

GRATIS (dengan reservasi)

RSVP : reservation@ifi-id.com

 

Di Kalimantan, sebagaimana di wilayah-wilayah lain di Indonesia dan Asia Tenggara, para pemburu madu lebah raksasa Asia mengambil risiko besar saat berburu sarang lebah yang tergantung di dahan pohon-pohon besar atau di tebing lembah. Meski kadang kecelakaan terjadi, perburuan ini marak dilakukan di musim madu, karena sarang dan larva lebah memiliki kandungan energi yang kaya, serta memberikan keuntungan tambahan saat diperdagangkan.

 

Di samping perburuan madu hutan, metode pemeliharaan kawanan lebah yang mirip dengan ternak lebah juga banyak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Teknik ini dilakukan dengan meletakkan sebuah penyangga setinggi kepala manusia di atas tanah atau di dahan pohon. Di bawahnya, kawanan lebah dapat membangun sarang dan koloninya.

 

Di dalam seminar ini akan dibahas ilmu dan praktik ekologi masyarakat lokal dalam mengelola lebah. Pemaparan tersebut berdasarkan riset seorang fotografer yang dilakukan di Taman Nasional Danau Sentarum (Kalimantan Barat). Pameran fotonya sendiri sedang dalam perancangan.


Pembicara:
Nicolas Césard adalah seorang etnolog, dosen-peneliti di Museum Nasional Sejarah Alam (Paris). Ia mempelajari berbagai interaksi antara serangga dan manusia (etno-entomologi) dalam berbagai konteks budaya. Ia rutin berkunjung ke Indonesia sejak tahun 2000.