Seminar

Mencari Air Sumber Daya Milik Bersama

Oleh Catherine Baron
25 Oktober 2017 | 17.30
Auditorium IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

GRATIS

Reservasi: reservation@ifi-id.com

Subjek email: Seminar Air

Apakah ia sedang meluber atau langka, sedang dipandang sebagai sumber daya atau sebagai sajian siap minum, sebagai sebuah barang atau komoditas hukum, air selalu penting bagi pembangunan.

 

Di banyak negara, ketegangan mengenai sumber air meningkat karena beberapa alasan:

· Konsumsi dunia meningkat pesat sepanjang satu abad ini; hal ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah populasi manusia;

· Perubahan pola makan;

· Perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan atau memperburuk situasi ekstrem.

 

Analisis tersebut tentu saja lebih terkait pada negara-negara atau daerah-daerah tertentu. Meskipun demikian, bahkan ketika air sedang banyak-banyaknya, sebagian populasi tidak dapat mengakses air bersih, terkadang alasannya perubahan iklim, namun sering pula diakibatkan oleh masalah ekonomi, politik, dan sosial.

 

Persoalan tersebut memaksa kita untuk memikirkan model pengelolaan baru agar seluruh populasi dunia bisa mendapatkan akses air bersih, utamanya daerah paling rentan, yaitu kota-kota besar negara miskin. Memandang air sebagai sumber daya milik bersama memungkinkan kita memperbaharui pengelolaannya, tidak seperti sekarang ini: sebagian dikelola negara, sebagian lagi dikelola swasta.

 

Dalam seminar ini, Catherine Baron melacak sejarah status pengelolaan air (publik dan swasta) untuk menguak masalah yang terkait dengannya, termasuk kebijakan-kebijakan politik di berbagai level (lokal, nasional) yang tentunya menghasilkan konsekuensi terkait akses air bersih untuk masyarakat.

 

Pembicara

Catherine Baron adalah seorang ekonom sosial, dosen ilmu politik di beberapa universitas di Toulouse, Prancis. Sebagai peneliti di Laboratorium Studi dan Riset Ekonomi, Politik, dan Sistem Sosial (LEREPS) Universitas Toulouse dengan fokus kajian "Pembangunan dan Keberlanjutan", selain memimpin berbagai penelitian di bidang penanganan dan pengelolaan air (pengelolaan air siap minum, pengelolaan sumber daya alam), ia juga banyak bekerja di ranah teori (ekonomi kelembagaan, ekologi politik) dan empiris (terutama di kota-kota subsahara di Afrika, dan baru-baru ini di Indonesia).